Road to Cibeusi I: Kkjokenmoddinger

Kjokkenmoddinger berasal dari bahasa Skandinavia yang berarti sampah dapur atau sesuatu yang berisi produk sampah dan berhubungan dengan kehidupan manusia sehari-hari.

Kelompok Keahlian Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk (KK-ATB) dan Biorefinery Society (BIOS) mengajak masyarakat ITB Jatinangor untuk memilah dan mengumpulkan sampah organik di sekitar kampus dan mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Program Kjokkenmoddinger adalah program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memanfaatkan sampah organik yang telah dikumpulkan menjadi sumber pakan larva lalat tentara hitam. Tujuan akhirnya adalah untukmenghasilkan biomassa tinggi protein dan pupuk organik.

Sosialisasi kepada mahasiswa perlu dilakukan sebagai tahap awal untuk program yang lebih besar. Pada hari Minggu, 19 November 2017,BIOS, KK-ATB ITB dan U-Green ITB berkolaborasi untuk melakukan sosialisasi mengenai lalat tentara hitam kepada mahasiswa ITB Jatinangor.Pada kegiatan ini, Abdul Azis, mahasiswa Rekayasa Hayati, selaku koordinator acara ini menjelaskan bahwa selama tiga minggu kebelakang Azis dan tim sudah mengumpulkan sampah organik dari kantin dan asrama mahasiswa di Kampus ITB Jatinangor. Faktanya, sampah makanan yang terkumpul selama 3 hari dari kantin di kampus ITB Jatinangor mencapai 22 kg. Sampah ini kemudian dimanfaatkan untuk proses kultivasi larva lalat tentara hitam.

Kultivasi lalat tentara hitam

Persiapan penebaran pupuk organik di lahan

Pakan yang diberikan kepada larva lalat tentara hitam adalah jerami, kotoran kambing, sampah makanan dari kantin serta sampah makanan dari asrama mahasiswa. Larva lalat tentara hitam mampu mengubah sumber pakan tersebut menjadi pupuk organik. Pupuk organik yang telah dipanen kemudian digunakan untuk kegatan penanaman pohon yang dilakukan setelah kegiatan sosialisasi selesai dilakukan. Larva dipelihara di rumah kasa yang terletak di kampus ITB Jatinangor.

Ir. Asep Hidayat selaku anggota KK-ATB menjelasakan mengenai pupuk organik, seperti kriteria pupuk yg baik, jenis-jenis pupuk organik hingga cara pembuatan pupuk organik. Untuk melengkapi penjelasan dari Pak Asep, Dr. Ramadhani Eka Putra yang merupakan dosen SITH yang ahli dalam bidang entomologi memaparkan mengenai apa itu lalat tentara hitam, siklus hidupnya, budidayanya, hingga potensi lalat tentara hitam sebagai sumber pakan hidup bagi unggas dan ikan.

Pemaparan mengenai pupuk organik oleh Ir. Asep Hidayat

Pemaparan mengenai lalat tentara hitam oleh Dr. Ramadhani Eka Putra

Sekitar pukul 10, pemaparan mengenai lalat tentara hitam dan pupuk organik selesai dilakukan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di area kampus ITB Jatinangor menggunakan pupuk organik dari residu pakan larva lalat tentara hitam. Ada tiga pohon yang ditaman, yaitu  karet kebo, kopi dan hanjeli. Karet kebo dipilih karena tanaman ini memiliki sistem perakaran yang cukup kuat untuk mencegah erosi. Hanjeli merupakan tanaman pangan yang dapat digunakan sebagai pengganti beras karena kaya karbohidrat.

Penanaman kopi menggunakan pupuk organik

Harapannya kegiatan seperti ini dapat lebih sering dilakukan di kampus ITB agar mahasiswa dapat merasakan dan belajar langsung di lapangan, bukan hanya mendapatkan teori di kelas.

One thought on “Road to Cibeusi I: Kkjokenmoddinger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *