Pelatihan TOEFL Mahasiswa Sarjana, Pascasarjana dan Dosen STIE Musi Rawas

Why do you think English is important?

Desember 2017 lalu, BIOS berbagi sedikit cerita kepada masyarakat di Sekolah Tinggi Ilmu dan Ekonomi Musi Rawas (STIE MURA) mengenai bahasa internasional, yaitu Bahasa Inggris. Yes, English. Di era sekarang, kemampuan berbahasa Inggris seolah menjadi suatu patokan baru untuk menentukan kualifikasi seseorang, misalnya score bahasa inggris menjadi syarat sertifikasi dosen, kelulusan mahasiswa S1, penerimaan mahasiswa S2, penerimaan karyawan, dll. Tampaknya, mustahil untuk menghindari kenyataan bahwa harus mampu berbahasa inggris agar tidak tenggelam di persaingan global.

Kegiatan pelatihan TOEFL yang diadakan di aula STIE MURA ini hanya berlangsung selama dua hari berturut-turut, hari pertama untuk mahasiswa sarjana dan hari kedua untuk mahasiswa pascasarjana serta dosen. Satu kali pelatihan berlangsung selama sekitar 3 hingga 4 jam. Dalam kegiatan tersebut, Yusuf Abduh membuka dengan sebuah pertanyaan “Should I deliver this presentation in English or in bahasa?” Jawaban yang diterima di hari pertama adalah “Bahasa” sedangkan di hari kedua jawabannya adalah “Campur-campur antara bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris”.

Materi yang dibawakan pada kegiatan tersebut sebetulnya bukanlah sesuatu hal yang baru. Bagoes memaparkan mengenai pentingnya berbahasa inggris, perbedaan IELTS dan TOEFL dan akhirnya masuk ke topik pembahasan khusus mengenai TOEFL. Pada kegiatan tersebut, BIOS membagikan tips dan trik untuk mengerjakan soal TOEFL serta latihan langsung mengerjakan soal dan membahasnya bersama-sama. Antusiasme audiens terlihat saat sesi latihan mengerjakan dan membahas soal.

Tidak hanya itu, ketiga tim BIOS juga berbagi cerita pengalaman masing-masing mengenai bagaimana mereka belajar bahasa inggris serta pengalaman ketika mengerjakan tes Bahasa Inggris. Belajar bahasa tidak melulu harus dari buku pelajaran yang kadang terkesan membosankan. “Saya belajar bahasa inggris dari game”, jelas Bagoes.

Apa yang dibagikan dalam kegiatan tersebut sebetulnya hanyalah hal kecil karena pelatihan yang dilakukan hanya berlangsung singkat. BIOS tidak berharap audiens langsung bisa mengerjakan soal TOEFL dengan nilai tinggi selepas pertemuan ini, tapi BIOS berharap pertemuan yang singkat ini dapat memotivasi masyarakat di STIE MURA untuk belajar bahasa inggris dengan lebih semangat. “Kunci utama belajar Bahasa Inggris adalah practice. Sama seperti belajar bahasa daerah, misalnya saya, saya sudah tinggal di Bandung selama lebh dari lima tahun. Namun, saya tetap tidak bisa berbahasa sunda. Kenapa? Karena saya tidak latihan berbicara bahasa tersebut” ujar Nurhayati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *