Dari Kebun ke Kafe: Pengembangan Bioindustri Kopi dan Lebah Tanpa Sengat

Biorefinery Society (BIOS) bekerjasama dengan kelompok kopi Arjuna, Kelompok Keahlian Agroteknologi dan Bioproduk (KK-ATB) ITB, dan Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati (HMRH) ITB dalam mengadakan acara diseminasi di Desa Cibodas yang bertemakan “Dari Kebun ke Kafe: Pengembangan Bioindustri Kopi dan Lebah Tanpa Sengat”. Kegiatan yang diselenggarakan di Desa Cibodas pada tanggal 15 September 2018 ini menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai stakeholder, yaitu pihak pemerintah, pebisnis, media, komunitas, dan akademisi. BIOS menghadirkan perwakilan Dinas Perkebunan Jawa Barat dan Kelurahan Lembang dari pihak pemerintah, start-up Bio-N Oils dan Nara dari pihak pebisnis, kelompok tani Cibeusi (LMDH Cibeusi) Kabupaten Bandung dari pihak komunitas, para dosen  SITH ITB dari pihak akademisi, dan media cetak Jabar Ekspres dan Kantor Berita ITB dari pihak media. Kolaborasi ini dimaksudkan untuk menularkan semangat dalam berinovasi dan menjembatani terciptanya sistem yang saling terintegrasi.

BIOS, sebagai start-up yang memiliki visi untuk melakukan hilirisasi hasil riset kepada masyarakat menyelenggarakan acara diseminasi ini dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian petani kopi. Isu mengenai turunnya produksi kopi di Jawa Barat ikut melatarbelakangi diadakannya acara ini. BIOS berharap dengan hasil risetnya terhadap kopi beberapa tahun terakhir dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut. BIOS menyadari bahwa ia tidak bisa berdiri sendiri dalam meningkatkan produksi kopi sehingga kolaborasi dengan berbagai stakeholder sangat penting dilakukan.

Kegiatan diseminasi terdiri dari dua rangkaian acara yaitu pemaparan materi, workshop, dan site visit. Materi disampaikan oleh para dosen SITH ITB meliputi topik sistem produksi terintegrasi kopi-lebah oleh Dr. Robert Manurung, budidaya lebah tanpa sengat oleh Dr. Muhammad Yusuf Abduh, dan pemanfaatan limbah kulit kopi oleh Dr. Rijanti Rahayu Maulani. Acara workshop meliputi demonstrasi pembuatan bioproduk dari hasil sistem produksi terintegrasi lebah-kopi. Para peserta workshop terlihat antusias melihat tatacara pembuatan sabun dari propolis, minuman dari kulit kopi, serta penyeduhan kopi secara manual. Workshop ini juga diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi para peserta sebagai salah satu alternatif pendapatan. Site visit dilakukan untuk memperlihatkan wujud nyata sistem terintegrasi lebah-kopi, dimana para peserta mengunjungi tempat peletakan sarang lebah dan koloninya pada perkebunan kopi. BIOS berharap peserta dapat melihat secara gamblang hubungan yang menguntungkan antara lebah dan kopi ketika keduanya diintegrasikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *