Tentang Biorefinery Society

Sejarah Biorefinery Society

Biorefinery Society atau BIOS mulai dibentuk pada tahun 2017 oleh 3 orang Co-Founder: Bagoes, Nurhayati, dan Yusuf. Ketiganya dipertemukan di SITH ITB. Pada saat itu, Bagoes dan Nurhayati adalah alumni Bioengineering ITB yang berperan sebagai asisten proyek penelitian yang sedang dipegang oleh Yusuf, Dosen SITH ITB. Penelitian yang dilakukan banyak berfokus di bidang biorefinery.

Biorefiner dapat diibaratkan dengan refinery (kilang minyak). Dalam kilang minyak, satu bahan utama, yaitu minyak mentah diolah dengan beberapa tahap untuk menghasilkan beberapa produk turunan. Begitu juga dengan konsep biorefinery. Bedanya, konsep biorefiney memanfaatkan proses dan atau sumber biologi untuk menghasilkan multi produk.

Pada suatu hari, ketiganya mencetuskan mimpi besar untuk membagikan hasil penelitian mereka ke dunia luar. Mereka tidak ingin hasil penelitian yang telah dilakukan berhenti di batas laboratorium saja.

Visi

Visi BIOS adalah untuk mewujudkan biorefinery di setiap belahan dunia dengan cara membangun jaringan untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi tepat guna yang berbasis pangkalan data dan socio-preneurship

Biorefinery untuk masalah dunia

Biorefinery Society menerapkan konsep biorefinery di setiap kegiatan yang dilakukan. Biorefinery melibatkan berbagai proses produksi sehingga menghasilkan berbagai produk berbasis hayati dari sumber biomassa yang berbeda. Empat prinsip yang dibawa dalam konsep biorefinery adalah :

  • Optimasi penggunaan bahan baku,
  • Minimalisasi limbah,
  • Maksimalisasi keuntungan dan pendapatan,
  • Pengembangan yang berkelanjutan

Bioengineering> Biorefinery > Bioindustry

Bioengineering adalah interdisiplin ilmu yang mengaplikasikan Ilmu Kehayatan (Bio-science) dalam prinsip-prinsip Teknik (Engineering) sehingga dapat meningkatkan efisiensi fungsi serta manfaat biosistem untuk bioindustri.

Bioengineering dapat diaplikasikan dalam perekayasaan sistem produksi untuk pengembangan industri bio-produk menggunakan konsep Biorefinery sehingga menjadi suatu Bioindustry  yang berkelanjutan dan dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Tim Biorefinery Society

Co-Founder

bagoes inderaja, s.t.

dr. m. yusuf abduh

nurhayati br tarigan, s.t.

Masyarakat Kami

Dr. Robert Manurung

moch firmansyah, s.t.

syaripudin ayip, s.t.

Elizabeth widiasri, s.t.

abdurrahman adam

asri ifani rahmawati

Hilman Naafi achmad, s.t.

laksmita widyanie, s.t.

M. Hirza, s.t.

Kurnia Danu miharja
Ketua asosiasi petani kopi BANDUNG barat

anugerah fajar, s.t.

KHAIRUL HADI BURHAN, M.T.

ANNISA RATNA NURILLAH, M.SC.

Ayo bergabung dan menjadi bagian dari Biorefinery Society

Untuk info lebih lanjut, silahkan hubungi kami di 0878-8567-3296 atau via email ke info@3-bio.com